Di sebuah rumah yang nyempil dalam keriuhan kampung bilangan jakarta barat. Sebuah kampung yang rapat. gang sempit, juga bau got. Aku menemukan mata itu. Milik seorang bapak tegap yang masih menyisakan kegantengan dan kegagahan, yang ia turunkan ke anak laki-laki bengalnya. Malam ini aku mengantarkan "jagoan"nya yang sudah berhari-hari tidak pulang. Sekalian silaturahmi yang memang kurencanakan, dengan orang tua anak-anak yang "singgah" di rumahku. Kalau mungkin, aku berusaha membantu "menyambungkan" komunikasi yang tersendat antara bapak dan anak ini. Sebuah perkenalan yang hangat dan bersahabat. juga perbincangan yang pada awalnya kubayangkan bakalan susah. Ternyata bisa mengalir cair. Sangat cair.
Anak itu bercerita betapa ia sering susah berkomunikasi dengan ayahnya, itu yang membuat aku membangun bayangan tentang seorang bapak yang tertutup. yang pasang muka sengkarut, dengan mata nyalang penuh curiga, Yang susah diajak bercakap tentang anaknya. Tetapi semuanya luntur setelah bertemu "beliau." Seorang bapak yag hangat, dengan tatapan mata lembut dan bersahabat. Yang sebenarnya mempunyai perhatian yang besar terhadap "jagoannya."
Apakah beban menanggung 5 anak yang membuat kehangatan bapak ini tak "sampai" ke anaknya ini?. Yang akhirnya membuat si jagoan ganteng itu "terjerembab" ke pusaran perdagangan obat bius di wilayah Jakarta barat, dan menyurukkannya masuk ke LP Anak Pria Tangerang? Atau jarak usia antara penggemar Linkink park dan bapak era koes plus ini yang membuat susahnya terjalin komunikasi antara mereka?
Entahlah. Yang jelas, malam ini aku sangat lega. ada garansi dari orangtua anak tersebut untuk akan menjaga, minimal akan berusaha untuk memberi ruang komunikasi agar si anak tak lagi seperti masuk gua sendirian dan akhirnya memilih balik lagi ke komunitas "gelap"nya. Semoga...